Cara Mengatasi 6 Tipe Teman yang Menjengkelkan

Dalam bersosialisasi dengan para sahabat ataupun teman, tentu Anda pun dapat mengenal karakter dari mereka satu demi satu. Mulai dari tipe teman yang asik, pengertian, cuek hingga tipe teman yang seringkali membuat Anda kesal dan menjengkelkan.

https://www.why-com.com/2020/02/cara-mengatasi-6-tipe-teman-yang-menjengkelkan.html

Ketika Anda sudah membuat janji dengan para sahabat, lantas teman Anda yang satu ini ngaret tentu agenda liburan Anda pun tentu akan terganggu. Tidak hanya Anda, tentu teman yang lain pun merasakan hal yang demikian.

Oleh karena itu, berbagai tingkah aneh yang membuat Anda kesal sebagai mana yang ditunjukkan teman Anda dalam pergaulannya bersama Anda, tidak lantas membuat Anda dendam atas sikap mengjengkelkan yang ia tunjukkan membuat Anda memutuskan tali pertemanan bersamanya. Sebaiknya Anda dapat mengetahui cara untuk mengatasi tipe teman yang seringkali membuat Anda jengkel. Berikut cara untuk mengatasi enam tipe teman yang sering kali membuat Anda jengkel. Berikut enam cara yang dimaksud sebagaimana yang dirangkum dalam Woman’s Day antara lain :

1. Tidak On Time

Saat Anda sudah janjian untuk bertemu dengan teman Anda, lantas karena ia harus berdandan secantik mungkin setiap ia bepergian kemanapun, tentu ia pun jelas akan tidak on time untuk menepati janji bertemu dengan Anda. Hal ini akhirnya mengakibatkan Anda pun harus menunggunya hingga berjam-jam.

Pada kondisi ini, tentu Anda pun secara manusiawi akan merasa kesal dengan teman Anda oleh karena ia telah sukses membuat Anda menunggu lama. Sehingga Anda pun sudah membuang-buang waktu Anda yang berharga. Namun, Anda pun tidak perlu menjadi kapok dengan ulah menjengkelkannya tersebut. Anda pun dapat mengatasinya dengan cara menegurnya dengan cara yang sopan, tanpa harus memarahinya secara frontal. Memaharahinya secara frontal hanya akan membuat Anda bertengkar dan pada akhirnya Anda pun akan bermusuhan dengan si dia. Jika dengan menegurnya secara sopan dan baik belum membuatnya berubah, maka Anda pun dapat mengakalinya dengan cara menjelajahi tempat yang pada umumnya biasa Anda kunjungi seperti salon ataupun toko buku. Tentu sikap on time akan semakin tidak berasa jika Anda bisa mengajak teman Anda yang lain. Sehingga waktu menunggunya tidak harus membuat Anda bosan.

2. Teman yang Ngototan

Ketika Anda memiliki teman yang sedikit ngototan, tentu sikap demikian seringkali membuat Anda merasa kesal dengannya. Dimana saat Anda mengutarakan suatu hal, ia pun menunjukkan sikap yang seolah-olah tidak mau kalah dari apa yang Anda sampaikan. Misalnya Anda naik karir di tempat Anda ekerja, lantas ia pun mengutarakan kelebihannya seperti ia akan di tugas kan keluar negeri nantinya. Selain itu di saat ia memperdebatkan sesuatu hal, ia pun ngotot untuk mempertahankan argumennya. Menurut salah seorang penulis buku  ‘I See Rude People‘, Amy Alkon ia pun mengutarakan bahwa, “Menjadi kompetitif terhadap teman biasanya merupakan tanda ketidak-amanan. Ia hanya akan merasa lebih baik jika dirinya memiliki hal yang jauh lebih baik, ” ujarnya.

Cindy Morisson pun menyarankan cara untuk mengatasinya yaitu dengan cara, melihat terlebih dahulu jenis sikap persaingan yang ditunjukkan teman Anda, apakah berupa ejekan ataupun pujian. Hal tersebut penting oleh karena, dengan melihat terlebih dahulu hal tersebut, Anda pun dapat menilai bahwa ia pun memiliki pengharapan yang sama dari apa yang Anda peroleh. Jika ia memberikan pujian, maka ia memiliki pemahaman bahwa dengan memuji Anda, ia pun dapat mengetahui pencapaian yang hendak Anda raih kedepannya, sehingga hal demikian dapat menjadi motivasi baginya untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik pula.

Namun, jika ia menunjukkan sikap persaingan yang tidak kompetitif dan sehat, maka Anda pun tidak perlu mengambil hati. Artinya ia merasa iri dengan pencapaian yang Anda raih. Anda pun kemudian dapat mengenalnya secara perlahan sehingga dan mengatakan bahwa tujuan Anda untuk meneceritakan hal yang membahagiakan dengannya adalah untuk membagi kebahagiaan yang Anda rasakan dan sama sekali bukan untuk menjatuhkannya. Tentu ia pun akan mengerti maksud Anda, sehingga nantinya ia pun dapat memberikan respon yang baik saat Anda menceritakan hal-hal yang membahagiakan yang Anda rasakan. Jika hal demikian di atas belum mampu membuatnya berubah, maka sebaiknya jalinlah pertemanan dengannya tetapi berikan jarak. Berteman terlalu dekat dengannya, hanya akan membuat Anda tidak mengalami kemajuan, karena asumsi negatifnya terhadap cita-cita Anda hanya akan menghambat pencapaian yang Anda ingin raih.

3. Teman yang Pelupa

Lupa merupakan hal yang wajar dialami oleh seseorang. Hal demikian bisa saja dikarenakan intensitas pekerjaan dan beban hidup yang berat, membuatnya menjadi pribadi yang lupa terhadap hal-hal yang kecil sekalipun. Misalnya teman Anda lupa mengembalikan barang ataupun benda yang pernah Anda pinjamkan padanya. Selain itu, saat Anda memiliki teman yang lupa dengan hari ulang tahun Anda, tentu Anda pun akan secara serta merta menganggapkannya bahwa ia tidak perhatian, dan di hari yang membahgiakan tersebut sikapnya hanya membuat Anda kesal. Tentu berteman dengannya membuat Anda menambah tugas baru yaitu selalu mengingatkannya.

Sikap pelupa yang ditunjukkan oleh teman Anda yang seringkali membuat Anda kesal tersebut sebenarnya tidak memberikan perhatian yang lebih dengan Anda, misalnya saat ia lupa hari ulang tahun Anda. Melainkan ia pun sebenarnya menjadi pelupa dengan berbagai aktifitas pribadinya, misalnya membayar tagihan bulanan ataupun tanggal kelahiran saudaranya sendiri. Meskipun ia cenderung pelupa, sebanrnya ia akan tetap menjadi teman yang sehat dan baik untuk Anda. Ia akan selalu berusaha untuk menyempatkan dirinya bersama Anda pada berbagai kesempatan yang ia miliki.

Oleh karena itu, Anda pun dapat mengatasi teman Anda yang memiliki sifat pelupa tersebut tidak lain dengan cara sesering mungkin untuk mengingatkannya. Dengan sering mengingatkan teman Anda yang pelupa tersebut dan memberikannya pemahaman bahwa hari ulang tahun Anda adalah hari yang cukup penting untuk Anda rayakan bersamanya. Selain itu, Anda pun dapat selalu mengingatkan agenda-agenda yang sudah Anda janjikan bersamanya. Tidak hanya itu, memberikan masukan dalam kehidupan asmaranya pun akan membuatnya selalu mengingat dengna apa yang Anda sarankan padanya. Dengan begitu, secara perlahan ia pun akan secara spontan selalu mengikuti dan mengingat segala halyang seringkali Anda ingatkan padanya. Ia pun akanmencatat dengan baik tangal pada momen penting seperti tanggal ulang tahun Anda.

4. Teman yang Suka Mengundang Perhatian

Tipe teman ini tidaklah jau berbeda dengan tipe teman yang ngototan. Ia akan selalu menunjukkan sikap persaingannya saat Anda bersosialisasi dengannya. Namun, sikap yang ia tunjukkan disini bukanlah berusaha untuk tidak ingin kalah dari apa yang Anda sampaikan padanya. Melainkan, ia akan selalu berusaha mengundang dan mencari perhatian dengan mengutarakan hal buruk ataupun hal yang baik yang dialaminya dengan cara memotong pembicaraan Anda secara tiba-tiba. Tentu Anda pun akan merasa jengkel, saat teman Anda memotong apa yang sedang Anda bicarakan padanya ataupun saat Anda sedang serius dan berusaha menceritakan suatu hal di depan teman-teman Anda. Tujuannya tidak lain adalah yang tadinya Anda lah yang menjadi pusat perhatian dari teman Anda karena bercerita suatu hal, dan dengan melihat kondisi itu ia pun bersusaha untuk mencari perhatian yang serupa dari teman-teman Anda.

Saat Anda memiliki teman yang selalu mengundang perhatian dengan cara memotong apa yang sedang Anda bicarakan dihadapan teman-teman Anda, maka ketimbang Anda menunjukkan sikap yang frontal dengannya yang hanya akan membawa Anda pada konflik, maka sebaiknya Anda dapat mengatasinya dengan cara, membiarkan si dia menyelesaikan topik yang ia selipkan saat Anda bicara. Setelah ia selesai, maka Anda pun dapat mengatakan, “sudah? saatnya saya bercerita!”.

Menurut salah seorang penulis dari buku ‘the upcoming book Girlfriends 2.0‘, Cindy Morisson pun berpandangan bahwa usaha untuk masuk pada pembicaraan dengan cara memotong merupakan suatu upaya si dia untuk mendapatkan perhatian yang layaknya Anda dapatnya pada kondisi ini. Anda pun tentunya akan memasuki fase ini namun dengan cara yang logis, misalnya mencari perhatian oleh karena Anda akan menikah dengan kekasih ataupun Anda baru saja memiliki Anda. Tentu pada kondisi ini, Anda pun akan menjadi ‘guest star‘ saat Anda berbicang ditengah sahabat. Namun, jika teman Anda sudah sangat membuat Anda kesal dan sikap demikian sudah mencapai tingkat yang serius dan kronis, maka Anda pun dapat mengatasinya dengan cara mencari topik untuk meminta sarannya. Dengan begitu, si dia akan berusaha menghargai saat Anda berbicara dan ia pun akan menciptakan suatu topik pembicaraan yang kooperatif dalam perbincangannya bersama Anda.

5. Teman yang Negatif Thingking

Tentu saat Anda memiliki seorang teman yang selalu saja menunjukkan sikap yang tidak mendukung terhadap suatu hal yang hendak Anda lakukan, bahkan ia pun selalu saja mengumukakan asumsi buruk dari apa yang hendak Anda lakukan. Maka teman Anda tersebut adalah tip teman yang hanya selalu berburuh sangka dengan apa yang hendak Anda kerjakan. Tentu teman yang demikian seringkali membuat Anda menjadi kesal dan jengkel padanya. Intensitas bersosialisasi dengan tipe teman yang selalu berasumsi negatif tidak menutup kemungkinan akan membawa Anda berkebiasaan menunjukkan prilaku yang serupa olehnya.

Tentu teman Anda hanya akan membuat Anda menjadi under estimate terhadap teman Anda yang lain ataupun suatu kondisi tertentu. Berburuk sangka tanpa suatu alasan yang jelas dan pasti tentu bukanlah suatu sikap yang baik dan tidak layak untuk Anda jadikan sebagai suatu kebiasaan yang positif dalam pergaulan Anda. Sebisa mungkin Anda pun sebaiknya selalu mawas diri ketika Anda memili tipe teman yang selalu saja berpikiran negatif thingking.

Pada kondisi ini, Anda pun dapat mengatasi teman Anda tersebut dengan cara memberikan pemahaman padanya bahwa bersikap negatif thingking bukanlah suatu sikap yang positif. Sebagai teman yang baik tentu Anda pun dapat menjadi contoh yang baik baginya dengan selalu memandang hal secara luas dan positif. Tidak lupa pula Anda menyampaikan bahwa bersyukur dengan kebahagianya yang saat ini Anda dan ia rasakan. Mengeluh dengan kondisi dan berburuk sangka pada suatu hal, hanya akan mempersempit pengetahuannya dan hanya akan membuatnya menjadi tidak semakin produktif. Misalnya, Anda dapat membuatnya merasa bersyukur dengan karir yang saat ini dengan memperbandingkan banyak orang yang belum mendapatkan pekerjaan layaknya seperti yang telah ia dapatkan. Dengan begitu, teman Anda tentunya akan menjadi lebih paham dan mengerti dengan pemahaman yang lebih positif kedepannya dalam memandang berbagai hal yang sering kali menjadi keluhannya.

6. Teman yang Udik dan Pelit

Mungkin Anda memiliki tipe teman yang memiliki karakter layaknya ‘benalu’ yang selalu hinggap pada tempat yang ia pandangnya strategis. Ketika Anda memiliki teman yang hanya selalu memanfaatkan kematangan finansial yang Anda miliki, sehingga saat jalan bersamanya membuat Anda selalu membayarkan segala pengeluaran yang bersamanya meskipun sebenarnya ia bukanlah golongan orang yang tidak mampu. Maka Anda sudah menjalin hubungan pertemanan dengan seseorang yang udik dan pelit. Membuat Anda membayarkan makan dan minuman saat hang out bersamanya di cafe atau membuat Anda menanggung biaya saat Anda nonton di bioskop bersamanya.

Tipe teman ini sering pula mengemukakan alasan bahwa ia lupa membawa dompet ataupun tidak membawa kartu ATM nya. Sehingga pada kondisi ini, Anda lah yang menopang segala pengeluaran saat bersamanya. Morisson pun berpandangan bahwa memiliki teman yang pelit tentu saja akan seringkali membuat Anda menjadi repot. “Masalah uang bisa membunuh persahabatan,” ujarnya. Oleh karena itu, saat Anda memiliki teman yang pelit maka sebaiknya Anda lebih bisa bersikap terbuka dengan kondisi keuangan Anda saat Anda hendak keluar bersamanya. Memberitahukan si dia bahwa Anda pun tidak membawa uang lebih selain pengeluaran yang hendak Anda keluarkan untuk diri Anda sendiri. Terdapat dua kemungkinan sebenarnya pada kondisi ini. Kemungkinan pertama adalah teman Anda tersebut memiliki masalah dengan kondisi keuangannya saat itu. Kemungkinan keduanya adalah ia memang adalah tipe teman yang pelit dan tidak mau berbagi meskipun dengan sahabatnya sendiri dengan pendapatan yang ia miliki.


Jika teman Anda berada pada kemungkinan pertama, maka Anda pun dapat mengajak tidak secara intens saat Anda bepergian dengannya. Memberikan jeda disaat kondisi keuangan memungkinkan, barulah Anda dapat mengajaknya jalan bersama Anda. Namun, ketika teman Anda berada pada kemungkinan ke dua maka sebaiknya Anda dapat menjadga jarak dengan teman Anda tersebut, hanya akan menjadi ‘benalu’ dalam kehidupan pergaulan Anda bersamanya. Selain itu, memilih tempat tujuan yang terjangkau akan lebih membuat Anda menjadi lebih ringan untuk menanggung pengeluaran Anda bersamanya.
Bynix
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging

Posting Komentar untuk "Cara Mengatasi 6 Tipe Teman yang Menjengkelkan"