4 Kesalahan Besar SEO Over-Optimization

Ketika kita membangun blog/website, kita ingin mendapatkan banyak orang yang berkunjung. Karena itu memaksimalkan dan terus berusaha memperoleh traffik dari mesin pencari wajar dilakukan.

4 Kesalahan Besar SEO Over-Optimization

Tetapi bagi sebagian dari kita, barangkali terlalu bersemangat sehingga masuk kategori “over”. Bagaimana pun, itu wajar-wajar saja.

Tetapi untuk hasil yang optimal, dan jangka panjang pembangunan blog itu sendiri tentu saja “Over-Optimization” harus dihindari.

Pada posting kali ini saya akan menjelaskan 4 kesalahan besarnya. Hal tersebut perlu Anda ketahui untuk dihindari. Kadang-kadang kita belajar “kebaikan” bisa dari jalan “keburukan”.

1. Keyword Stuffing

Keyword stuffing berarti seorang pemilik blog ketika menulis konten, dia terlalu banyak memasukkan kata kunci ke dalam konten tersebut.

Pemilik blog atau katakanlah penulis konten memasukkan terlalu banyak kata kunci karena ingin posisinya baik di hasil pencarian. Padahal malah sebaliknya yang terjadi.

Karena terlalu banyak, kontennya jadi tidak enak dibaca. Selain itu mesin pencari juga tidak suka.

Berapa sering seharusnya kata kunci dimasukkan? Sebenarnya tidak ada ukuran pasti, tetapi secara global 2-4% dari keseleruhan kata konten itu. (density).

2. Terlalu Cepat Membangun Backlink

Off-page memang membuat posisi suatu blog membaik. Tetapi terlalu cepat Anda membangunnya juga tidak baik.

Ini bukan berarti situs baru tidak boleh membangun backlink. Point ini berarti pada konsistensi jumlah backlink yang Anda dapatkan tiap harinya.

Kira-kira begini contohnya; sebuah blog setiap harinya mendapatkan 2,2,4,6,5,6,100. Nah pada point 6 sampai 100 itu terjadi lonjakan. Itu bisa dianggap Anda menggunakan alat atau service oleh Google.

3. Anchor Text

Anchor text adalah text yang diberi hyperlinks. Anchor text itu juga merupakan factor penting dalam pengoptimalan SEO.

Over optimization pada point ini berarti Anda terlalu banyak memakai kata kunci sebagai anchor text. Tanpa memperhatikan variasinya, atau pun anchor text umum.

Sekarang ini banyak mesin pencari yang sudah bisa membaca semantik. Jadi jangan khawatir menggunakan sinonim keyword bidikan Anda.

4. Jenis Backlink

Jenis backlink, atau banyak blog-blog SEO terkenal di luar negeri menyebutnya Link Profile. Dari mana dan pada bagian mana backlink Anda dapatkan.

Banyak blogger yang mengatakan bahwa links yang berada di dalam konten merupakan yang terbaik. Jadi over optimization di sini bisa berarti “jenis backlink yang didapat dari link berkualitas semua”.

Saran saya, jangan membangun traffik dari satu jenis backlink yang sama. Sekarang waktunya untuk differensiasi. Dapatkan backlink dari guest posting, berkomentar, social, media, dan sebagainya. Tentunya tetap perhatikan point 2.
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel