Menguasai Siklus Hidup Produk

Kadang, kita terlalu abai terhadap siklus produk atau jasa, dari bisnis yang kita jalankan. Sehingga, membuat kegiatan bisnis, berjalan di tempat.

Menguasai Siklus Hidup Produk

Oleh karena itu, salah satu tujuan kita mengenal dan menguasai siklus hidup sebuah produk atau jasa ialah, untuk lebih memajukan bisnis yang kita jalankan.

Sehingga, bertambah lama kita menjalankan bisnis yang ada, akan bertambah maju bisnis yang kita jalankan.

Yang pada akhirnya, akan memberikan keuntungan yang super maknyus untuk diri kita.


Pengertian Siklus Hidup Produk

Siklus hidup produk (product life cycle) merupakan sebuah fase yang menjelaskan tentang perjalanan bisnis yang kita geluti.

Setiap fase dari bisnis yang kita geluti, memberikan informasi kepada kita, bagaimana harusnya kita menjalankan bisnis tersebut.

Perlu diketahui, Siklus hidup produk (product life cycle), tidak hanya bisa digunakan di dunia bisnis. Akan tetapi, bisa juga digunakan untuk mengembangkan yayasan, LSM, organisasi non-profit, perguruan tinggi, sekolah, dan lain sebagainya.

Intinya, siklus hidup produk (product life cycle), untuk mengetahui perkembangan suatu produk, yang dihasilkan oleh sebuah institusi. Baik institusi bisnis (bisnis oriented) ataupun institusi sosial (social oriented).

Maka dari itu, marilah kita pelajari tentang siklus hidup produk. Di mana, siklus hidup produk (product life cycle) itu sendiri, terdiri dari empat fase, yaitu:


Fase pertama: fase pengenalan (introduction)


Fase pengenalan produk (introduction) merupakan sebuah fase awal perusahaan mengenalkan produk atau jasa yang dihasilkan ke konsumen.

Dalam mengenalkan produk atau jasa, akan ada dua hal yang dialami. Yaitu, penerimaan dan penolakan terhadap produk atau jasa yang kita hasilkan.

Di fase pengenalan ini, kita harus mempelajari dengan jeli, mengapa konsumen menolak atau menerima produk yang kita hasilkan.

Sehingga, kita dapat mengetahui, apa penyebab penolakan yang dilakukan. Pun begitu juga sebaliknya, apa penyebab penerimaan yang terjadi.


Fase kedua: fase pertumbuhan (growth)

Fase pertumbuhan (growth) merupakan fase yang menunjukkan bahwa produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan sedang bertumbuh.

Bertumbuh, karena produk atau jasa mulai diminati oleh konsumen. Dan konsumen menyukai atas produk atau jasa yang dihasilkan.

Fase pertumbuhan ini, biasanya akan ditandai dengan besarnya skala produksi. Tentu, disebabkan meningkatnya permintaan konsumen atas produk dan jasa yang dihasilkan.

Biasanya, ketika perusahaan masuk ke dalam fase pertumbuhan, dirinya agak terlena. Sehingga lupa untuk masuk ke fase kematangan.

Namun, bagi perusahaan yang mawas diri. Biasanya, akan mempersiapkan diri untuk masuk ke dalam fase kematangan.

Karena fase kematangan, merupakan masa puncak yang akan didapatkan, atau dinikmati oleh perusahaan.


Fase ketiga: fase kematangan (maturity)

Setelah fase pertumbuhan (growth), maka fase selanjutnya ialah fase kematangan (maturity). Salah satu tanda bahwa perusahaan masuk ke dalam fase kematantan ialah, produk atau jasa yang dihasilkan, telah masuk dan menembus ke berbagai pasar.

Artinya, pasar telah mengenal produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Sehingga, perusahaan tinggal menikmati hasil dari permintaan yang dilakukan oleh konsumen.

Hal yang perlu diketahui, kebanyakan perusahaan terlena, tatkala dirinya telah masuk ke dalam fase kematangan. Terlena, karena banyaknya permintaan yang dilakukan oleh konsumen.

Padahal, di balik banyaknya permintaan dari konsumen, pesaing sedang mengatur strategi untuk menjatuhkan dirinya.

Sedangkan bagi perusahaan yang mawas diri, ketika masuk ke dalam fase kematangan. Biasanya, akan diatasi dengan memperbanyak inovasi produk. Sehingga, fase kematangan akan lama dilalui olehnya.


Fase keempat: fase penurunan (decline)

Fase penurunan (decline) merupakan fase kejatuhan dari sebuah produk atau jasa. Jatuh, karena dirinya tak mawas diri, ketika masuk ke dalam fase kematangan.

Atau bahkan, ada perusahaan yang tak masuk ke dalam fase kematangan, dan baru masuk ke dalam fase pertumbuhan, atau bahkan pengenalan, sudah masuk fase penurunan.

Tentu, penyebabnya sangat sepele. Mereka tak dapat memasarkan produk atau jasa yang dihasilkan. Sehingga, pasar tak mau menerima produk atau jasa yang dipasarkan.


Fungsi Siklus Hidup Produk

Para pengusaha atau pebisnis, atau karyawan di salah satu perusahaan, harus bisa mengetahui siklus hidup produk.

Di mana, banyak fungsi yang diberikan, ketika dirinya mengetahui dan mengenal dengan baik siklus hidup produk.

Salah satu fungsi mengetahui dan mengenal siklus hidup produk ialah, bisa digunakan dan dipadukan dengan strategi pemasaran produk atau jasa yang dihasilkan.

Maka dari itu, pelajari bisnis yang sedang dijalankan, masuk ke fase manakah bisnis yang sedang dijalankan.

Setelah masuk ke fase apa? Barulah untuk menentukan strategi apa yang cocok untuk bisnis yang sedang dijalankan.


Penutup

Dengan demikian, marilah kita pelajari bersam-sama bisnis yang sedang kita dijalankan. Sehingga, dengan mempelajarinya, kita akan mengetahui, masuk ke dalam fase yang mana bisnis yang dijalankan.

Dan jangan bosan-bosan untuk terus mempelajari fase yang ada dalam bisnis yang kita jalankan. Karena dengan terus mempelajarinya, maka kita akan jadi paham. Dan kemudian, gampang untuk terus memajukan bisnis yang ada.

Setelah membaca tulisan ini, marilah langsung kita praktikkan dalam bisnis yang sedang kita jalani, atau akan kita jalani.

Selamat memperaktikkan…!
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel