Enam Jenis Kesabaran Yang Harus Diperhatikan

Berbicara sabar, seolah terdengar klise di telinga kita masing-masing. Karena, setiap orang bisa mengucapkan kata “SABAR”, dan bahkan menasehati orang-orang lain untuk selalu “BERSABAR”.


Enam Jenis Kesabaran Yang Harus Diperhatikan

Orang tua, selalu menasehati anak-anaknya untuk bersabar; guru, menasehati murid-muridnya untuk bersabar; ustadz, menasehati jama’ahnya untuk bisa bersabar; dan masih banyak lagi lainnya, yang selalu menyuruh untuk bersabar.

Hal mendasar yang menjadi pertanyaan kita bersama, apakah mereka yang bisa menasehati orang lain untuk bersabar, dapat mengimplementasikan sabar itu sendiri dalam kehidupan sehari-hari?

Tentu, jawabannya akan tergantung pada satu orang dengan yang lainnya. Ada orang yang benar-benar bisa bersabar, dan ada yang hanya bisa bersabar di bibir saja. Sementara, hati dan perilakunya tidak mencerminkan kesabaran. Nah lho…!

Dan mungkin, saya sebagai penulis artikel di blog ini, juga sama dengan mereka-mereka yang bisa bercerita, agar pembaca blog ini juga bisa bersabar.

Namun, saya akan memberikan penawaran kepada seluruh pembaca blog ini, bagaimana kalau kita bersama-sama untuk belajar dan berlatih “SABAR”.

Ya….! Mari bersama-sama latih kesabaran kita masing-masing. Sehingga, kita bisa menjadi manusia super mantap, yang mampu memunculkan seluruh potensi yang ada dalam diri kita. Karena, “SABAR” merupakan kunci kesuksesan menjalani hidup ini. Maka dari itu, setidaknya ada enam jenis kesabaran yang harus diperhatikan dalam kehidupan sehari-hari.


Sabar Dalam Berperilaku

Bagi kita yang hidup di kota-kota besar, seperti Jakarta dan lain sebagainya, seolah kerasnya kehidupan kota telah menguras kesabaran yang kita miliki. Lalu, kita menjadi manusia-manusia yang tidak sabar, yang jauh dari sifat-sifat humanism, yang dianugrahi oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Jika Anda tidak percaya, cobalah sesekali Anda tengokkan kepala ke kanan dan ke kiri, kala berada di lampu merah. Banyak orang-orang yang tidak sabar, yang kemudian menancap gas sepeda motor, dan menerobos lampu merah dengan gagah.

Itu, hanya satu contoh ketidak sabaran kita dalam berperilaku. Dan masih banyak lagi contoh lainnya, berkenaan perilaku ketidak sabaran kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Maka, bagi kita yang ingin sukses menjalani kehidupan sehari-hari, harus bisa mengimplementasikan kesabaran, pada seluruh lini kehidupan. Sehingga, dengan modal kesabaran, kita akan menjadi manusia super seperti yang dikehendaki oleh Tuhan Yang Maha Esa.


Sabar Dalam Belajar

Belajar merupakan bentuk transformasi pengetahuan, dari seorang guru kepada murid-muridnya. Selain itu, belajar juga merupakan sebuah proses implementasi pengetahuan dari bentuk tulisan, terhadap perilaku kehidupan sehari-hari.

Namanya proses, tentu belajar akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Tentu, antara satu orang dengan yang lainnya akan berbeda-beda. Ada orang yang sekali membaca bisa langsung mengerti. Dua kali membaca, baru mengerti. Dan bahkan diterangkan berkali-kali oleh gurunya, juga belum mengerti. Ini merupakan anugrah, yang harus kita lalui dengan penuh kesabaran.

Hal yang membuat kita sedikit menggelitik, kadang ada beberapa orang yang hendak mengkebiri kesabaran dalam menjalani proses belajar, dengan menawarkan cara-cara yang cukup instan. Tak tahu, apa itu hanya sebagai pemanis marketing, atau memang dapat dibuktikan. Hanya dirinya saja dan Tuhan yang mengetahuinya, hehehe…!

Sebagai contoh, beberapa bentuk pengkebirian kesabaran seseorang, yaitu: “Bisa Mahir Berbahasa Inggris 40 Hari”, “Bisa Beli Properti Selama 30 Hari”, “Jago Marketing Dalam 2 Jam”, “30 Hari Omset Bisnis Naik 100%” dan masih banyak lagi contoh lainnya. Yang apabila saya lanjutkan, nanti pembaca akan sakit perut mules, hehehe…! Lebayyyy…!

Waduh, kalau menurut saya pribadi, itu namanya sih pembodohan. Hehehe….! Lha…! Masa sih 30 hari sudah bisa mahir Bahasa Inggris? Ya kalo cuman ngomong “Yes No sih bisa” hehehhee…!!! Pengalaman saya saja, yang pernah belajar di Kampung Inggris “Pare, Kediri, Jawa Timur”. Gak ada kok metode 40 Hari Mahir Bahasa Inggris.

Adek Sepupu saya saja bukan hanya 40 Hari, dia sampe’ 1 tahun baru bisa Bahasa Inggris, itu pun belajarnya di “BEC Pare” Lho….! Yang pernah belajar di “Pare Kediri” pasti sudah mengetahui hebatnya sistem pembelajaran Bahasa Inggris di “BEC Pare Kediri”.

Selain itu, Adek Sepupu saya juga ampek Ngekos di Camp yang berbahasa Inggris 24 jam. Konon, yang Ngomong pake’ Bahasa Indonesia atau Madura, dikenai denda Rp 500 per kata.

Menurut Adek saya, membutuhkan proses yang cukup panjang, jika memang mau mahir berbahasa Inggris. Lha, kok di pinggir dan kanan jalan sering ada poster yang sampek berani mengatakan “Mahir Berbahasa Inggris 40 Hari”. Weleh…Weleh…! Ini pembodohan massal namanya.

Begitu juga dengan iklan-iklan lainnya, seperti yang telah saya ceritakan di atas. Maka dari itu, jangan sampek kita tertipu kata-kata manis dari iklan ya….! Sehingga, membuat diri kita melupakan sebuah proses.

Ingat…! Proses itu merupakan sebuah pengorbanan yang sifatnya wajib.


Sabar Dalam Berbinis

Baru berdagang du hari, sudah mengeluh seolah telah melakukan ikhtiar (usaha) selama dua puluh tahun. Ingat ya…! Bisnis itu membutuhkan kesabaran. Jangan sampai, kita yang sudah memutuskan untuk menjadi seorang pebisnis handal, gara-gara tidak sabar akhirnya kita kubur impian menjadi seorang pebisnis sukses.

Berbicara kesabaran dalam bisnis, ingatan saya pasti akan tertuju pada orang tua teman saya. Menurut pengakuan orang tua teman saya, dirinya telah menjalani bisnis nasi goreng, kurang lebih 20 tahun yang silam. Rasanya, Ueeennaaakkk tenannn….!

Dan hingga saat ini, usaha tersebut tetap berjalan, dan mulai dikendalikan anaknya, yang merupakan teman saya ketika ngampus di UMJ/Universitas Muhammadiyah Jakarta. Nama bisnis yang dijalankannya yaitu, “Nagobing” atau, singkatan dari “Nasi Goreng Kambing”.

Tapi, walaupun konotasinya ialah “Nasi Goreng Kambing”, ada juga menu lainnya. Seperti nasi goreng ayam, nasi goreng telor, kwitiau, bihun goreng, dll. Setiap hari, buka sekitar jam 3 sore ampek jam 12 malam. Kadang, jam 11 malam sudah tutup. Untuk personel, ada 3 orang karyawan.

Teman saya sendiri sebagai owner pengganti orang tuanya, beserta kakak dan iparnya. Berarti usaha ini dianakodai 6 orang. Dan sesekali, kedua orang tuanya sebagai pemilik resep, datang berkunjung dari Madura untuk ngetes cita rasa yang dimiliki. Apakah masih sama seperti yang dulu…!

Sekali jualan, bisa menghabiskan 4 keranjang nasi (sekitar 20 kg beras), itu lain dari bihun, kwitiau, dll. Bisa dibayangkan kan berapa omsetnya, hehehhe….! Bisnisnya sih UKM, tapi ketika ditanya net profit-nya, teman saya kadang cuman senyum-senyum ajahhh. “Ya Alhamdulillah lumayan…! Rejeki orang rantau, heheheh….!” Begitulah selorohnya kalau sudah ditanya.

Untuk cerita lengkapnya, mungkin saya akan mengulas di lain kesempatan ya…!!! Tunggu aja ceritanya, pasti seru dan inspiringgg….! Karena saya akan melakukan investigasi secara langsung. Alias bertamu ke warungnya, tepatnya di belakang ITC Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Nah, niat dan tujuan saya bukan hendak mempromosikan bisnis yang dijalankan oleh orang tua teman saya, dan yang sekarang mulai dipegang oleh teman saya. Akan tetapi, niat saya adalah bagaimana orang tua teman saya bisa melalui proses yang cukup panjang. Sehingga, bisnis yang dibangunnya sudah mulai running dengan gross-profit dan net-profit yang cukup membahana untuk ukuran UKM.

Maka, jika Anda yang baru berbisnis 1 bulan, 1 tahun, atau bahkan 2 tahun belum menemukan gros-profit dan net-profit yang maknyus. Maka bersabarlah…! Mungkin saja, pasarnya kurang tepat, mungkin saja SDM yang Anda miliki tidak kompeten di bidangnya, dan bisa saja produk dan jasa yang Anda jual tidak diminati, dan bisa juga Anda harus beralih dari jenis bisnis yang sudah berjalan saat ini ke jenis bisnis lainnya.

Dan jika Anda tetap bertahan dengan kesabaran, sambil mencari strategi jitu, dan jika membutuhkan ilmu-ilmu bidang strategi bisnis, Anda bisa saja rajin berkunjung ke blog saya ini, strategikeuangan.com. Dijamin akan banyak strategi-strategi yang sifatnya praktis dapat Anda peroleh secara gratisssss…! Tanpa dipungut biaya sepeserpun…! Hehehe……!

Selain kesabaran, dorong juga dengan do’a dan kerja keras. Sabar, do’a, dan kerja keras (ketekunan), merupakan tiga hal yang tak boleh dipisah-pisahkan.
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel