Inilah 6 Fakta di Balik Isu Ufo dan Iran

Angkatan Udara Iran bakal terus berusaha menembak jatuh apapun yang melayang di langit, jika objeknya terlihat seperti bukan berasal dari Bumi. Ada apa antara Iran dan UFO?


Kisah ini didapat dari sebuah artikel majalah di Iran tentang penerbangan, Combat Aircraft Monthly. Ada sebuah artikel yang membahas habis pesawat tempur F-14 Tomcat, yang ditulis oleh Babak Taghvaee.

Artikelnya juga berisi kisah yang menceritakan bagaimana usaha Angkatan Udara Iran mencegat drone milik AS yang terbang di fasilitas nuklir mereka. Taghvaee, adalah orang yang sering menulis di Angkatan Udara Iran.

Apa yang menarik dalam tulisannya adalah cara Iran menggambarkan pesawat penyusup tersebut. Mereka menyebutnya sebagai 'objek bercahaya', meski Taghvaee tidak pernah menyebutnya secara eksplisit sebagai UFO.

Baru-baru ini media milik pemerintah Iran bahkan mempublikasikan kabar berupa teori konspirasi.

Teorinya terkait dokumen NSA yang diungkap Edward Snowden yang diklaim mereka telah membuktikan keterkaitan antara makhluk luar angkasa yang membantu Adolf Hitler dan Nazi selama Perang Dunia II, dan kemudian menjelma menjadi kekuatan rahasia dibalik pemerintahan AS sampai saat ini.

Berikut enam fakta terkait ada apa antara Iran dan UFO:

Karakteristik drone penyusup di Iran

Karakteristik drone tersebut digambarkan secara menakjubkan, bahkan mungkin bisa diragukan bahwa itu hanya sebuah drone.

Di antaranya adalah pesawatnya memiliki kemampuan untuk terbang di luar atmosfer, dengan kecepatan maksimum Mach 10, kecepatan minimum nol di angkasa dan dapat melakukan manuver melayang di atas target.

Drone tersebut diduga juga menggunakan sistem elektronik canggih yang bisa mengganggu sistem navigasi musuh, menggunakan tingkat energi magnetik yang sangat tinggi.


Insiden November 2004

Salah satu insiden terjadi pada November 2004 di fasilitas nuklir. Saat itu, pesawat tempur F-14 Tomcat mencoba untuk mengunci target berupa objek bercahaya, namun radarnya diganggu.

Pilotnya menggambarkan objek berbentuk bundar, dengan pembakaran seperti roket di baliknya yang membuat semacam turbulensi pada pesawat. Menurut artikel, pesawat penyusup itu kemudian menaikkan kecepatannya dan menghilang dengan cepat seperti meteor.

Insiden Januari 2012

Kisah lainnya terjadi pada Januari 2012. Saat itu sebuah F-14 lainnya mencoba mencegat pesawat penyusup di sekitar fasilitas nuklir Bushehr.

Hanya beberapa detik setelah lepas landas, F-14 tersebut meledak secara misterius yang menewaskan kedua awaknya.


Insiden 1976

Kisah lainnya terjadi di puluhan tahun lalu, yakni pada 1976. Perlu diingat bahwa dronesaat itu masih disebut sebagai UAV (Unmanned Aerial Vehicle) dan penggunaannya belum semarak saat ini.

Saat itu sebuah jet tempur F-4 Phantom gagal mencegat objek misterius yang bergerak cepat, bercahaya terang, dan kemudian melumpuhkan semua alat elektronik mereka di pesawat dengan cara yang misterius.


Belum ada pesawat manusia berkecepatan Mach 10

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apa jenis pesawat tersebut yang bisa terbang pada kecepatan Mach 10?

Mach 10 berarti 10 kali kecepatan suara, atau 7.612 mil/jam. Sebagai pembanding,pesawat mata-mata hipersonik masa depan Lockheed SR-72 memang bakal memiliki kecepatan Mach 6, tetapi pesawatnya baru mengudara pada 2030 mendatang!

Ada lagi Project Aurora, namun keberadaan pesawat ini hampir dapat dipastikan hanyalah mitos karena tidak ada bukti yang menunjukkan pesawatnya pernah dibuat.

NASA memang sempat membuat pesawat hipersonik eksperimental X-43 yang diklaim mampu terbang di kecepatan Mach 9,68 pada 2004. Namun program itu dihentikan.



Pesawatnya pun menjadi produk gagal karena hanya mampu terbang di kecepatan Mach 5 selama empat menit saja dalam pengujian, sebelum akhirnya jatuh di Samudera Pasifik.


Mungkinkah UFO?

Jika 'objek bercahaya' yang digambarkan oleh AU Iran benar-benar terbang di kecepatan Mach 10, bisa mengacaukan radar dan lolos dari jet tempur yang hendak mencegatnya, ini menunjukkan objeknya mungkin sebuah pesawat hipersonik yang mampu menjalankan misi pengintaian yang sensitif. Terlepas apakah itu buatan manusia atau makhluk angkasa luar.

Pertanyaan lainnya muncul jika itu adalah sebuah pesawat UFO dari angkasa luar. Untuk apa makhluk angkasa luar memata-matai lokasi-lokasi yang terdapat fasilitas nuklir Iran?

Tetapi, jika pesawat itu bukan UFO dan hanya pesawat Mach 10 buatan Amerika Serikat satu dekade lalu, untuk apa negara adidaya itu menghabiskan puluhan tahun dengan biaya triliunan dolar hanya untuk mengembangkan pesawat gagal dan banyak masalah F-35 Joint Strike Fighter yang bahkan tidak mampu terbang di kecepatan Mach 2?

Misterinya masih terus berlanjut.
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel