FinTech, Kemudahan Yang Menjurus Pada Konsumtif

Financial Technologi atau yang lebih akrab dengan FinTech, merupakan salah satu temuan inovasi di bidang keuangan. Temuan inovasi ini, membuat manusia makin mudah mengakses terhadap lembaga keuangan yang ada.

FinTech, Kemudahan Yang Menjurus Pada Konsumtif

National Digital Reserarch Centre (NDRC) mendefinisikan FinTech, sebagai sesuatu yang digunakan untuk menyebut inovasi pada jasa keuangan. Tujuannya, memudahkan masyarakat mengakses keuangan dengan bergaya teknologi.

Jadi, kehadiran FinTech ini, akan lebih memudahkan manusia dalam mengakses lembaga keuangan. Lembaga keuangan tersebut, mulai dari jasa perbankan, jasa leasing, investasi, jual-beli saham, jasa transfer, dan lain sebagainya.

Tentu, kehadiran FinTech ini, harus dipandang secara menyeluruh. Sehingga, kemudahan yang didapatkan dari inovasi bidang keuangan ini, tidak malah membuat manusia menjadi lebih konsumtif dalam menyikapinya.


Sisi Positif Terhadap FinTech

Ada banyak sisi positif yang diberikan atas kehadiran FinTech. Salah satunya, yaitu kemudahan akses terhadap lembaga keuangan. Artinya, kita dapat kapan saja mengakses lembaga keuangan yang kita inginkan, tanpa harus terkait dengan tempat dan waktu.

Kemudahan tersebut, mulai dari pemberkasan, administrasi, hingga masalah pembayaran dan juga jenis transaksi lainnya. Nasabah/konsumen, hanya memberikan keterangan rumah dan menanyakan jumlah gaji, dan beberapa hal lainnya. Besoknya sudah langsung diproses.

Berbeda halnya dengan dunia keuangan yang ada seperti saat sekarang ini. Di mana, setiap nasabah/konsumen harus mempersiapkan beberapa dokumen. Mulai dari data diri hingga berkenaan dengan jaminan yang bisa diserahkan oleh pihak nasabah/konsumen. Dan belum lagi survei, yang ditanyai dari tetangga kanan hingga kiri, berkenaan dengan perilaku kita sehari-hari.

Tentu, banyaknya berkas tersebut, salah satu SOP (Standard Operating Procerdure), dari lembaga di atasnya, seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan). SOP tersebut, bertujuan untuk meminimalisir risiko di di bidang keuangan.

Sebagai contoh, Anda ingin mengajukan pembiayaan sepeda motor. Jika pembiayaan tersebut diajukan menggunakan aplikasi FinTech, sekarang menghubungi melalui internet ke salah satu lembaga FinTech, besoknya langsung diurus, dan keesokannya motor sudah tinggal dianter.

Berbeda halnya jika kita mengajukan pembiayaan motor ke leasing. Pihak leasing akan datang terlebih dahulu untuk melakukan survei nasabah/konsumen. Jika memang sesuai kriteria, motor akan datang kurang lebih 1-2 minggu ke depan.

Dari sisi waktu, tentu kehadiran FinTech sangat memberikan kemudahan dan juga kecepatan akses waktu. Ini, akan menjadi alternatif yang sangat menguntungkan konsumen. Dan tentu, produsen pun akan juga sangat diuntungkan.


Sisi Negatif Terhadap FinTech

Memang benar, inovasi akan mendatangkan sisi positif. Dan di sisi lain, akan mendatangkan hal negatif. Berkenaan dengan FinTech, ada banyak hal negatif terhadap kehadiran FinTech. Sisi negatif tersebut, membuat kita makin terperosok ke dalam jurang permasalah keuangan yang ada.

Hal utama yang akan terjadi, yaitu kita akan makin konsumtif. Dengan adanya kemudahan yang ditawarkan oleh perusahaan FinTech, untuk mengakses lembaga keuangan.

Konsumtif, karena sebenarnya kita tidak membutuhkan barang tersebut, akan tetapi akan memaksakan diri untuk membeli barang tersebut. Sehingga, diri kita pun akan makin banyak hutang terhadap lembaga keuangan.

Artinya, kita sudah tidak dapat membedakan mana kebutuhan (Need) dan mana keinginan (Want). Hal terpenting, nafsu konsumsi yang kita miliki dapat terlampiaskan, dengan membeli barang konsumsi yang sebenarnya tidak kita butuhkan.

Contoh, kita sebenarnya tidak membutuhkan sebuah motor baru. Karena kita sudah memiliki motor lama, dan masih cukup baik kondisinya. Namun, berkat kemudahan FinTech untuk akses lembaga keuangan. Maka kita pun coba membeli motor keluaran terbaru yang diincar. Otomatis, dengan menambah pembiayaan baru, kita pun akan menambah hutang yang harus dicicil setiap bulannya.


Sikap Kita Terhadap FinTech

Kehadiran FinTech, layaknya pisau bermata dua. Di satu sisi memberikan efek positif. Dan di lain sisi, memberikan efek negatif. Seolah membuat kita bimbang, bagaimana harusnya kita bersikap atas kehadiran FinTech.

Tentu, yang harus kita kedepankan ialah sisi positif. Sedangkan sisi negatif, kita tekan sekuat tenaga. Sehingga, kehadiran FinTech memang menjadi solusi bagi kita memberikan kemudahan akses ke lembaga keuangan. Sehingga, hal tersebut bukan hanya solusi, akan tetapi bahkan jadi alternatif kemudahan, dalam situasi pembiayaan di lembaga keuangan umum yang terlalu banyak proses.

Sedangkan sisi negatif, kita tekan secara seksama. Sehingga, kehadiran FinTech yang memudahkan seseorang mengakses lembaga keuangan, tidak menjadikan diri lebih konsumtif, untuk membeli barang-barang konsumsi yang sebenarnya tidak dibutuhkan oleh.

Maka dari itu, ketika kita hendak mengakses ke suatu lembaga keuangan tertentu, tanyakan terlebih dahulu pada nurani kita: “Apakah kita benar-benar butuh terhadap barang konsumsi tersebut?”

Jika memang benar-benar butuh dan membuat pendapatan kita makin naik, maka ambillah. Namun, jika hanya ingin menurutkan nafsu konsumsi kita, maka sebaiknya pendam dan urungkan niat.

Begitulah, yang harus kita lakukan, menyikapi kehadiran FinTech, yang saat ini mulai bermunculan.

Semoga, apa yang kita bahas, akan dapat diamalkan bersama-sama…!
Bynix Saya hanyalah blogger pemula yang ingin sukses didunia blogging

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel